PERSIAPAN MEMPELAJARI AL QUR'AN DENGAN CARA MEMBACANYA TERUS-MENERUS SETIAP HARI
(Sebuah Catatan Ringkas Sheikh Imran Hosein)
_______________________________
"… karena itu, bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur'an …"
(Q.S. Al Muzzammil, 73:20)
Salah satu keindahan nama-nama Tuhan (Asmaul Husna) yakni al 'Alim, yang artinya adalah Maha Mengetahui. Oleh karena itu pengetahuan sejati berasal dari-Nya. Karena Al Qur'an adalah Firman-Nya, maka Dialah yang akan memberikan pengetahuan kepada murid yang ingin mempelajari Al Qur'an.
Hal ini berarti bahwa murid harus berpaling kepada-Nya untuk memperoleh bimbingan dan bantuan ketika mempelajari Al Qur'an.
Kata yang paling pertama dari Al Qur'an adalah Iqra! (artinya, bacalah) yang diwahyukan ke dalam hati Nabi Muhammad SAW oleh-Nya!
Inilah perintah Iqra' yang berarti Kitab tersebut harus dibaca atau dihafal! Hal ini berarti bahwa bahwa Dia yang menurunkan Al Qur’an, ingin Kitab tersebut dibaca terus menerus dari awal hingga akhir selama menjalani kehidupan. Al Qur’an memang memaktub perintah untuk membaca Kitab tersebut kepada Nabi Muhammad SAW.
"Aku (Muhammad) hanya diperintahkan menyembah Tuhan negeri ini (Mekkah) yang telah menjadikannya suci dan milik-Nya segala sesuatu, dan aku diperintahkan agar aku termasuk orang muslim,"
"dan agar aku membacakan (kepada manusia) Al-Qur’an. Maka barangsiapa mendapat petunjuk, maka sesungguhnya dia mendapat petunjuk untuk (kebaikan) dirinya, dan barangsiapa sesat, maka katakanlah, “sesungguhnya aku (ini) hanyalah salah seorang pemberi peringatan."
(Q.S. An Naml, 27 : 91-92)
Sejak Allah menyatakan, penuh kasih sayang, bahwa umat Islam harus membaca Al Qur’an sebanyak yang mereka bisa, Nabi Muhammad SAW menganjurkan agar Al Qur'an dibaca dari awal hingga akhir sebulan sekali.
Hal ini harus dilakukan seumur hidup! Mereka yang ingin berbuat lebih banyak, diizinkan untuk membacanya seminggu sekali – tapi jangan lebih cepat dari itu :
Diriwayatkan dari 'Abdullah bin ‘Amr :
Saya menghafal Al-Qur’an dan membacanya dalam satu malam. Rasulullah SAW bersabda: 'Aku khawatir bahwa engkau mungkin berumur panjang dan engkau mungkin akan bosan. Bacalah dalam sebulan.'
Aku berkata : 'biarkan aku menikmati tenagaku di masa muda.'
Beliau bersabda : 'Bacalah dalam sepuluh hari.'
Aku berkata: 'Biarkan aku menikmati dari tenaga masa mudaku.'
Beliau bersabda: 'bacalah dalam tujuh hari.'
Aku berkata: ‘Biarkan aku menikmati tenaga masa mudaku,’ namun beliau menolaknya (tidak lagi membiarkannya).
(Sunan Ibn Majah)
Berikut Hadist lainnya :
Diriwayatkan Abdullah Ibn Amr Ibn Al-'As :
Yazid ibn Abdullah berkata bahwa Abdullah bin Amr bertanya pada Rasulullah SAW : 'Berapa lama aku harus membaca Al Qur'an sampai selesai, ya Rasulullah?’
Beliau menjawab : 'dalam satu bulan.'
Beliau bersabda : 'Aku lebih energik menyelesaikannya dalam waktu kurang dari ini.'
Beliau terus mengulangi kata-kata tersebut dan mengurangi waktunya hingga beliau bersabda : 'selesaikan bacaan dalam waktu tujuh hari.'
Beliau bersabda lagi : 'aku lebih energik untuk menyelesaikannya dalam waktu kurang dari ini.'
Nabi SAW bersabda : beliau menyelesaikan bacaan Al-Qur'an dalam waktu kurang dari tiga hari, namun tidak bisa memahaminya.
(Sunan Abi Daud)
Sejak Malaikat Jibril mengharuskan Nabi Muhammad SAW membaca Al Qur'an dalam waktu satu bulan, yakni, setiap bulan Ramadhan, ini jelas bahwa Al-Qur’an harus dibaca dari awal hingga akhir sebulan sekali.
Untuk alasan inilah kita mendapati Al Qur'an terpisah menjadi 30 bagian (Juz). Jika satu bagian (Juz) dibaca dalam setiap hari, bacaan Al Qur'an dapat diselesaikan dari awal hingga akhir dalam satu bulan (lunar).
Metode bacaan Al Qur'an ini juga memungkinkan kita mengetahui waktu lunar sebagai bulan lunar yang berlangsung dari bulan baru, ke bulan purnama yang indah, ke bulan yang hanya tampak sebagian seperti cabang kurma yang layu tua, hingga bulan menghilang dalam gelapnya langit untuk memberi tempat bagi bulan yang baru dan bulan lainnya.
Sebaliknya, mereka yang ingin membaca Al Qur'an seminggu sekali disarankan oleh Nabi Muhammad SAW dengan memperhatikan porsi bacaan tiap hari, sebagai berikut :
Pada hari pertama mereka harus membaca 3 Surat pertama;
hari kedua membaca 5 Surat;
hari ketiga 7;
hari keempat 9;
hari kelima 11;
hari keenam 13; dan
hari ketujuh mereka harus membaca Al Qur'an sampai selesai.
Bacaan terus menerus ini, dari awal hingga akhir, merupakan prasyarat penting untuk mempelajari Al Qur'an. Barangsiapa yang menerima Al Qur'an sebagai wahyu Tuhan Yang Satu namun tidak membacanya terus menerus, berarti mereka berada dalam ketidak patuhan terhadap kata pertama yang diwahyukan dalam Kitab tersebut, yakni Bacalah (Iqra)!
Perbuatan yang seperti itu akan membuat mereka menjauh dan meninggalkan dari Al Qur'an, dan Nabi Muhammad SAW sendiri yang akan mengeluh kepada Tuhannya terhadap pengikutnya yang demikian, berikut ayat Al Qur'an :
"Dan Rasul (Muhammad) berkata, "Ya Tuhanku, Sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al Qur'an ini diabaikan" (Karena, di antara hal-hal lain, mereka tidak lagi membacanya terus-menerus)!"
(Q.S. Al Furqaan, 25 : 30)
Para pembaca yang budiman, akan benar-benar takjub mengetahui bahwa ada banyak sekali umat Islam saat ini yang menghabiskan waktu berjam-jam semalam menyanyikan lagu-lagu yang memuji Nabi Muhammad SAW, namun tidak membaca Al Qur'an dari awal hingga akhir dalam sebulan sekali.
Nabi Muhammad SAW telah menyatakan bahwa jiwa kita akan ditanya oleh Malaikat dalam kubur. Diantara pertanyaan tersebut adalah : Siapa Nabi yang kamu ikuti? Jika jawabannya adalah Muhammad SAW, maka Kitab yang diterima sebagai Firman Tuhan, dan yang seharusnya dibaca, dipelajari, dan diikuti adalah Al Qur'an.
Sangat mungkin bahwa jika jiwa tersebut akan menerima salinan Al Qur'an di dalam kubur, dan diperintahkan membaca Al Qur'an. Ujian dalam kubur yang pertama ini akan menentukan apakah Muslim ini bersalah karena melalaikan dari Al Qur'an, atau apakah dia sering membaca Al Qur'an secara rutin. Jika jiwa tersebut bersalah karena melalaikan Al Qur'an, maka mungkin hukuman di dalam kubur akan mendatanginya.
Ada beberapa dari mereka yang tidak mampu membaca Al Qur'an dalam bahasa Arab, dan mereka sering membacanya hanya dalam bahasa Perancis, Inggris, Urdu, Jerman, dan sebagainya. Mereka kemudian akan belajar untuk takut bahwa hanya ada satu Al Qur'an, dan itu adalah dalam bahasa Arab, dan mereka tidak pernah berusaha membaca Al Qur'an dalam bahasa Arab.
Takdir orang Arab yang berbicara bahasa Arab, namun tidak bisa membaca Al Qur'an dalam bahasa Arab, atau yang membaca Al Qur'an dengan terbata-bata pada kecepatan yang lebih lambat dari seekor kerbau, tidak akan enak untuk dilihat.
Seseorang yang baru saja menjadi Muslim, namun belum tahu bagaimana cara membaca Al Qur'an dalam bahasa Arab, tentu saja, mengalami nasib yang sama, jika dia meninggal sebagai seorang Muslim yang menghabiskan hidupnya tanpa membaca Al Qur'an secara rutin.
Kapan seharusnya Al-Qur’an dibaca?
Dia Yang menurunkan Al Qur'an dan menyarankan bahwa waktu terbaikuntuk membacanya adalah di pagi hari. Khususnya ketika Al Qur'an dibacakan dalam shalat fajar (subuh):
"Laksanakanlah shalat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan (bacalah) Al Qur'an saat Shubuh. Sungguh, (membaca) Al Qur'an itu disaksikan."
(Q.S. Al Isra', 17:78)
Agar Al Qur'an dibacakan pada shalat subuh, maka harus dibacakan dari ingatan, oleh karena menghafal ayat-ayat Al Qur'an sangat diperlukan.
Pada akhirnya Allah SWT memerintahkan bahwa Al Qur'an dibacakan dengan suara yang merdu.
Berikut perintah tersebut :
"… dan bacalah Al-Qur’an itu perlahan-lahan."
(Q.S. Al Muzammil, 73 :4)
sumber. dari ceramah-ceramah GBSINH
(guru besar syeikh imran nazar hossein)
Ilmu Akhir Zaman,
oleh, Budi Kurniawan

Komentar
Posting Komentar